PENAWARAN Ilmu Kedokteran Olahraga

Ilmu Kedokteran Olahraga

Ilmu Kedokteran Olahraga
Ukuran Buku 14,0 x 21,0 Cm
ISBN 979-044-064-7
Tahun Terbit 2011
Jumlah Halaman xvii + 143 (1,0 Cm)

Bila Kamu berminat dengan Produk buku kedokteran, sobotta / Ilmu Kedokteran Olahraga, Silahkan Membeli dengan mudah 

 KLIK UNTUK MEMESAN VIA WHATSAPP

Produk Yang direkomendasikan terkait Ilmu Kedokteran Olahraga

Pengantar Ilmu Pangan

Berkualitas
Produk Terbaik
Harga Terjangkau Pengantar Ilmu Pangan

PANDUAN MENULIS TUGAS AKHIR KEDOKTERAN DAN KESEHATAN - TANTUR SYAHDRA

PANDUAN MENULIS TUGAS AKHIR KEDOKTERAN DAN KESEHATAN - TANTUR SYAHDRA
116800
NA PANDUAN MENULIS TUGAS AKHIR KEDOKTERAN DAN KESEHATAN - TANTUR SYAHDRA

ANTIBIOTIK UNTUK MAHASISWA KEDOKTERAN - V RIZKE CIPTANINGTYAS- BUKU K

ANTIBIOTIK UNTUK MAHASISWA KEDOKTERAN - V RIZKE CIPTANINGTYAS- BUKU K
64000
NA ANTIBIOTIK UNTUK MAHASISWA KEDOKTERAN - V RIZKE CIPTANINGTYAS- BUKU K

BUKU BERZIKIR UNTUK KESEHATAN SYARAF

Selama ini, banyak muslim yang memahami zikir semata-mata sebagai ungkapan syukur atas limpahan anugerah yang diberikan Allah Swt. Padahal, zikir secara tidak langsung juga memiliki manfaat praktis bagi kesehatan, baik fisik maupun psikis.
Ditinjau dari sudut pandang agama, zikir memiliki banyak manfaat, antara lain: menimbulkan kecintaan kepada Allah Swt, sebagai media untuk kembali kepada Allah Swt, mendekatkan diri kepada Allah Swt, meningkatkan derajat manusia di sisi Sang Pencipta, dan cahaya zikir akan selalu menyertai seseorang baik ketika hidup di dunia, di alam kubur, maupun kelak ketika ia berjalan melintasishirat.
Para Ilmuwan dan ahli kedokteran pun sejak lama tertarik untuk meneliti hubungan antara doa atau zikir dengan kesehatan fisik manusia. Mulai dari ilmuwan Han Jenny (1960) yang mengungkap pengaruh gelombang suara terhadap bentuk dan material sel hingga Fabien dan Grimal (1974) yang membuktikan, bacaan ayat-ayat Al-Qur’an mampu menghancurkan sel kanker setahap demi setahap.
Pemahaman mengenai zikir yang tidak hanya ditinjau dari aspek agama, tetapi juga didukung oleh logika ilmiah kedokteran saraf modern (neuroscience) akan memperkuat dorongan untuk terus-menerus berzikir kepada Allah. Itulah yang coba diselami dan dibongkar dr. Arman Yurisaldi Saleh dalam buku Berzikir untuk Kesehatan Saraf ini. Sebab, pengalaman empiris penulis sebagai klinisi menemukan, beberapa pasien yang mengalami gangguan saraf akan membaik kondisinya setelah membiasakan zikir dengan mengucapkan kalimat tauhidlaa ilaaha illallahdan kalimat istigfarastaghfirullah.
Berdasarkan pengalaman empiris, pengamatan, dan studi literatur, penulis yang juga dokter spesialis saraf ini menyimpulkan adanya hubungan yang erat antara pelafalan huruf (makharij al-huruf) pada bacaan zikir dan tampilan klinis (kondisi fisik dan psikis) seseorang (hal. 50). Sebab, zikir yang berefek positif terhadap kesehatan tubuh adalah zikir yang dilafalkan dengan baik dan benar sesuai dengan aturan ilmu tajwid.
Dari kajian ilmu tajwid, penulis menemukan bahwa kalimatlaa ilaaha illallahdanastaghfirullahmengandung rahasia yang luar biasa. Dalamlaa ilaaha illallahterdapat hurufjahryang diulang tujuh kali, yaitu huruflam, dan dalamastaghfirullahterdapat hurufghayn, ra,dan dua buahlamsehingga ada empat hurufjahryang harus dilafalkan keras. Akibatnya, udara yang keluar dari paru-paru melalui mulut lebih banyak dibandingkan dengan kalimat zikir yang lain, sepertisubhanallah(dua huruf jahr),allahu akbar(tiga huruf jahr), danalhamdulillah(dua huruf jahr) (hal. 60).
Dengan demikian, berdasarkan ilmu tajwid, menzikirkan kedua kalimat ini akan mengeluarkan karbondioksida lebih banyak saat udara diembuskan keluar mulut, dibandingkan dengan kalimat yang sedikit mengandung hurufjahr. Efeknya, ketika seseorang melakukan zikir secara intens dan khusyuk seraya memahami artinya, pembuluh darah di otak akan membuat aliran karbondioksida yang keluar dari pernapasan menjadi lebih banyak. Kadar karbondioksida dalam otak pun akan turun secara teratur. Tubuh pun akan segera menunjukkan kemampuan refleks kompensasi.
Apa yang diungkap penulis seputar rahasialaa ilaaha illallahdanastaghfirullahuntuk menghilangkan nyeri serta menumbuhkan ketenangan dan kestabilan saraf tersebut, didasarkan pada referensi khazanah keislaman yang disinergikan dengan kajian neurosains. Penulis mengungkap rahasia dua kalimatthayyibahtersebut dari beragam hadits dan mencari titik temunya dengan ilmu kedokteran saraf kontemporer.
Didukung oleh kutipan ayat-ayat Al-Qur’an, hadits, lampiran ilmu tajwid, serta 66 buah ilustrasi, tidak diragukan lagi jika rahasialaa ilaaha illallahdanastaghfirullahyang diungkap oleh penulis dalam buku ini laik dijadikan sebagai buku pegangan untuk dibaca, lalu dipraktekkan. BUKU BERZIKIR UNTUK KESEHATAN SYARAF

 KLIK UNTUK MEMESAN VIA WHATSAPP

 
 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.